Oleh Ridho Bayuaji
Beton adaah salah satu material konstruksi yang mudah dibentuk sesuai dengan perkembangan desain arsitektural. Penyusun utama beton adalah semen (sejenis semen yang mempunyai sifat proses hydrasi), air, pasir, kerikil dan bahan tambahan yang bersifat memperbaiki sifat makro, mikro, fisik, kimia, keawetan beton, mineral tambahan yang bersifat pengganti semen
Seperti : pulverized fuel ash (PFA), fly ash, silica fume/micro silica, abu sekam padi, ground granulated blast furnace slag (ggbs), nano silica, dsb).
Sifat utama utama beton adalah sangat dominan di kekuatan tekan. Sehingga penelitian di bidang material beton adalah terus memperbaikinya di hal kekuatan tekan. Di sisi lain bahwa beton harus awet terhadap segala kondisi pengaruh lingkungan terutama lingkungan di laut dan lingkungan korosif.
Apakah yang menarik di dalam ilmu beton sebagai berikut:
Beton adalah hasil teknologi yang sederhana dan pengetahuan sangat komplek: Dua hal ini pada waktu yang sama akan menyebabkan beton menjadi sempurna tetapi juga sebaliknya dimana tergantung keahlian penguasaan pengetahuan yang komplek tersebut.
Kita kembali membahas tentang beton, suatu pertanyaan kenapa beton itu bisa mengeras? Komponen penyusun beton yang bersifat pengikat atau binder yaitu semen dan air yang mengalami proses hidrasi. Proses hidrasi adalah proses dimana komposisi kimia semen CaO disingkat C, SiO2 disingkat S, Al2O3 disingkat A, Fe2O3 disingkat F, bereaksi dengan air H2O disingkat (H). (Pada episode berikutnya akan diuraikan detail bagaimana prosesnya).
Efek proses hidrasi ini kemudian menjadikan kristal-kristal berukuran mikro dan nano yang disebut gel dan Ca(OH)2 yang akan tumbuh terus mengisi rongga-rongga kristal dimana rongga-rongga tersebut berisi air dan tumbuh menjadi kristal-kristal padat yang sesuai berjalannya waktu terus tumbuh memadati ruang-ruang kristal yang masih kosong.
Sehingga apabila kita mencetak beton perlu waktu untuk membuka begisting/formwork untuk menunggu waktu tumbuhnya kristal-kristal dari efek proses hydrasi semen dan air.
Blog ini membangun kesepakatan perkembangan teknologi beton maju, pelestarian lingkungan, dinamika sosial dan pencapaian kemajuan ekonomi
Perjalanan riset doctoral telah menyadarkan secara profesional yang menjadi tantangan untuk memanfaatkan simbiosis teknologi beton dan pelestarian lingkungan.
Ini memberikan efek sinergis untuk memperoleh wawasan yang lebih dalam isu-isu keberlanjutan pada teknologi beton sampai kepada aplikasinya sebagai beton ramah lingkungan dengan penggunanaan bahan pengikat alternatif atau tambahan semen termasuk pozzolans/abu vulkanik
Bahan dan kombinasi baru harus memperhatikan pengalaman terdahulu, standar dan spesifikasi untuk mengamankan ketahanan jangka panjang.
Pengurangan emisi karbon dengan perilaku menjaga lingkungan sekitar kita dan diri kita sendiri akan meningkatkan kualitas hidup.
Salah satu kemungkinan untuk mengurangi aspek lingkungan CO2 dan lainnya yang terkait dengan produksi pekerjaan beton dan konstruksi adalah meninjau nilai studi keberlanjutannya terhadap pelestarian lingkungan.
Dalam pekerjaan kita, kita lebih banyak dan lebih sering memenuhi persyaratan lingkungan yang berkaitan dengan bahan-bahan untuk struktur beton baru, dan kita sering melihat kesulitan dalam membuat keputusan yang tepat atau perhitungan karena dasar atau referensi yang tidak jelas.
Pada blog ini kita akan mencoba untuk berbagi beberapa masalah yang menarik yang berpengalaman dan membawa diskusi yang membangun untuk ke arah berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.
===================================================
Berikut adalah sebagai tambah-tambahan penulis untuk melihat teknologi beton ditinjau sisi Ketauhidan yang akan membawa penulis agar bertambah bijak di dalam teknologi beton yang berwawasan lingkungan yaitu dengan mengenal Tuhan Sang Pencipta alam semesta, tiada lain meminta kepada semua insan agar membangun dengan keseimbangan yang berkelanjutan.
Di sisi yang lain namun mendasari kebijakan untuk segera sadar atas semua tindakan di dalam teknologi beton yang berwawasan lingkungan adalah menghubungkannya dengan komunikasi bahasa kasih sayang dari Allah SWT atau bahasa ketauhidan.
Terus pertanyaanya hubungan ilmu beton ini dengan ketauhidan?
Ilmu beton sangat sarat ilmu KETAUHIDAN, karena disebutkan oleh Guru Besar Sufi Haji Syaidi Syekh Dermoga Barita Raja Muhammad Syukur “bahwa apa saja yang diciptakan di muka bumi ini pasti ada tujuannya”
Disebutkan di atas bahwa beton adalah teknologi yang sederhana dan pengetahuan yang kompleks, berhasil atau tidaknya membuat beton tergantung dari penguasaan pengetahuannya.
Ilmu KETUHANAN identik dengan ilmu beton, bahwa ALLAH SWT dan KEKASIH menciptakan teknologi alam semesta adalah dengan kesederhanaan MENURUTNYA tapi efek pengetahuannnya sangat komplit, kompleks dan detail yang terbukti bermunculan peneliti-peneliti telah meriset dari jaman batu (baholak) dan tercetuslah pengetahuan ALLAH SWT dan KEKASIHNYA di teori-teori fisika, kimia, literature, sosial, keuangan dan perdamaian (sesuai judul Nobel Laurate).
Nah terus hubungannya dengan Ketauhidan apa?
Nah ini yang penting dicermati secermat-cermatnya.
Dalam praktek ketauhidan adalah ZIKIRULLAH yang bermetodologi bukan asal-asalan, penulis yakin pembaca menganggap ini adalah teknologi yang sederhana namun pengetahuan zikirullah itu meliputi pengetahuan jasmani dan rohani. Mungkin yang jasmani adalah sangat sederhana bisa kita nilai lewat logika dan pemikiran kita, namun pengetahuan rohani ini bukan pengetahuan yang sederhana memerlukan penguasaan yang benar-benar detail dari A-Z bukan asal mengerjakan.
Sebagai bahan riset secara kerohanian adalah musuh rohani kita adalah syetan, iblis, ifrit yang selalu mengganggu diri kita 24 jam terus menerus agar rohani kita tidak bersama ROHANI RASULULLAH YANG MAHA MENANG. Ini perlu sytem control yang MAHA-MAHA VALID, bukan asal, karena syetan, iblis, ifrit adalah makhluk ciptaan ALLAH yang Ghaib yang tahu kelemahan kita dan kita tidak tahu/tidak sadar/tidak mampu kalau kita sudah digoda dengan syetan, iblis dan ifrit.
Terus bagaimana untuk menyelesaikan penguasaan pengetahuan ROHANI yang menentukan keberhasilan ROHANI kita menjadi ROHANI yang berkualitas dan yang MENANGAN karena bersama dan kekal abadi bersama YANG MAHA MENANG di dunia dan akhirat. Pengalaman penulis setelah mengikuti pelajaran teknik tali wasilah , penulis diajari pengetahuan tersebut dengan komplit dan sekomplitnya yaitu untuk membangun kerohanian menjadi produk ROHANI yang rahmatan lil alamin.
Sebagai tambahan pengalaman penulis setelah menjalankan teknik tali wasilah adalah rohani penulis merasa seperti dikapsuli oleh ALLAH SWT dan KEKASIHNYA layaknya seperti KONSTRUKSI BUNKER dari BETON MUTU SANGAT TINGGI (Ultra high compressive strength) (sangat keras), sehingga jika diibaratkan ada serangan “pukulan” dari jin, iblis, syetan, santet, dukun atau apa saja yang ingin mengganggu penulis, maka langsung serangan itu kembali kepada yang mengirim sekeras waktu dikirimkannya.
READ MORE - Kata Pengantar
Beton adaah salah satu material konstruksi yang mudah dibentuk sesuai dengan perkembangan desain arsitektural. Penyusun utama beton adalah semen (sejenis semen yang mempunyai sifat proses hydrasi), air, pasir, kerikil dan bahan tambahan yang bersifat memperbaiki sifat makro, mikro, fisik, kimia, keawetan beton, mineral tambahan yang bersifat pengganti semen
Seperti : pulverized fuel ash (PFA), fly ash, silica fume/micro silica, abu sekam padi, ground granulated blast furnace slag (ggbs), nano silica, dsb).
Sifat utama utama beton adalah sangat dominan di kekuatan tekan. Sehingga penelitian di bidang material beton adalah terus memperbaikinya di hal kekuatan tekan. Di sisi lain bahwa beton harus awet terhadap segala kondisi pengaruh lingkungan terutama lingkungan di laut dan lingkungan korosif.
Apakah yang menarik di dalam ilmu beton sebagai berikut:
Beton adalah hasil teknologi yang sederhana dan pengetahuan sangat komplek: Dua hal ini pada waktu yang sama akan menyebabkan beton menjadi sempurna tetapi juga sebaliknya dimana tergantung keahlian penguasaan pengetahuan yang komplek tersebut.
Kita kembali membahas tentang beton, suatu pertanyaan kenapa beton itu bisa mengeras? Komponen penyusun beton yang bersifat pengikat atau binder yaitu semen dan air yang mengalami proses hidrasi. Proses hidrasi adalah proses dimana komposisi kimia semen CaO disingkat C, SiO2 disingkat S, Al2O3 disingkat A, Fe2O3 disingkat F, bereaksi dengan air H2O disingkat (H). (Pada episode berikutnya akan diuraikan detail bagaimana prosesnya).
Efek proses hidrasi ini kemudian menjadikan kristal-kristal berukuran mikro dan nano yang disebut gel dan Ca(OH)2 yang akan tumbuh terus mengisi rongga-rongga kristal dimana rongga-rongga tersebut berisi air dan tumbuh menjadi kristal-kristal padat yang sesuai berjalannya waktu terus tumbuh memadati ruang-ruang kristal yang masih kosong.
Sehingga apabila kita mencetak beton perlu waktu untuk membuka begisting/formwork untuk menunggu waktu tumbuhnya kristal-kristal dari efek proses hydrasi semen dan air.
Blog ini membangun kesepakatan perkembangan teknologi beton maju, pelestarian lingkungan, dinamika sosial dan pencapaian kemajuan ekonomi
Perjalanan riset doctoral telah menyadarkan secara profesional yang menjadi tantangan untuk memanfaatkan simbiosis teknologi beton dan pelestarian lingkungan.
Ini memberikan efek sinergis untuk memperoleh wawasan yang lebih dalam isu-isu keberlanjutan pada teknologi beton sampai kepada aplikasinya sebagai beton ramah lingkungan dengan penggunanaan bahan pengikat alternatif atau tambahan semen termasuk pozzolans/abu vulkanik
Bahan dan kombinasi baru harus memperhatikan pengalaman terdahulu, standar dan spesifikasi untuk mengamankan ketahanan jangka panjang.
Pengurangan emisi karbon dengan perilaku menjaga lingkungan sekitar kita dan diri kita sendiri akan meningkatkan kualitas hidup.
Salah satu kemungkinan untuk mengurangi aspek lingkungan CO2 dan lainnya yang terkait dengan produksi pekerjaan beton dan konstruksi adalah meninjau nilai studi keberlanjutannya terhadap pelestarian lingkungan.
Dalam pekerjaan kita, kita lebih banyak dan lebih sering memenuhi persyaratan lingkungan yang berkaitan dengan bahan-bahan untuk struktur beton baru, dan kita sering melihat kesulitan dalam membuat keputusan yang tepat atau perhitungan karena dasar atau referensi yang tidak jelas.
Pada blog ini kita akan mencoba untuk berbagi beberapa masalah yang menarik yang berpengalaman dan membawa diskusi yang membangun untuk ke arah berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.
===================================================
Berikut adalah sebagai tambah-tambahan penulis untuk melihat teknologi beton ditinjau sisi Ketauhidan yang akan membawa penulis agar bertambah bijak di dalam teknologi beton yang berwawasan lingkungan yaitu dengan mengenal Tuhan Sang Pencipta alam semesta, tiada lain meminta kepada semua insan agar membangun dengan keseimbangan yang berkelanjutan.
Di sisi yang lain namun mendasari kebijakan untuk segera sadar atas semua tindakan di dalam teknologi beton yang berwawasan lingkungan adalah menghubungkannya dengan komunikasi bahasa kasih sayang dari Allah SWT atau bahasa ketauhidan.
Terus pertanyaanya hubungan ilmu beton ini dengan ketauhidan?
Ilmu beton sangat sarat ilmu KETAUHIDAN, karena disebutkan oleh Guru Besar Sufi Haji Syaidi Syekh Dermoga Barita Raja Muhammad Syukur “bahwa apa saja yang diciptakan di muka bumi ini pasti ada tujuannya”
Disebutkan di atas bahwa beton adalah teknologi yang sederhana dan pengetahuan yang kompleks, berhasil atau tidaknya membuat beton tergantung dari penguasaan pengetahuannya.
Ilmu KETUHANAN identik dengan ilmu beton, bahwa ALLAH SWT dan KEKASIH menciptakan teknologi alam semesta adalah dengan kesederhanaan MENURUTNYA tapi efek pengetahuannnya sangat komplit, kompleks dan detail yang terbukti bermunculan peneliti-peneliti telah meriset dari jaman batu (baholak) dan tercetuslah pengetahuan ALLAH SWT dan KEKASIHNYA di teori-teori fisika, kimia, literature, sosial, keuangan dan perdamaian (sesuai judul Nobel Laurate).
Nah terus hubungannya dengan Ketauhidan apa?
Nah ini yang penting dicermati secermat-cermatnya.
Dalam praktek ketauhidan adalah ZIKIRULLAH yang bermetodologi bukan asal-asalan, penulis yakin pembaca menganggap ini adalah teknologi yang sederhana namun pengetahuan zikirullah itu meliputi pengetahuan jasmani dan rohani. Mungkin yang jasmani adalah sangat sederhana bisa kita nilai lewat logika dan pemikiran kita, namun pengetahuan rohani ini bukan pengetahuan yang sederhana memerlukan penguasaan yang benar-benar detail dari A-Z bukan asal mengerjakan.
Sebagai bahan riset secara kerohanian adalah musuh rohani kita adalah syetan, iblis, ifrit yang selalu mengganggu diri kita 24 jam terus menerus agar rohani kita tidak bersama ROHANI RASULULLAH YANG MAHA MENANG. Ini perlu sytem control yang MAHA-MAHA VALID, bukan asal, karena syetan, iblis, ifrit adalah makhluk ciptaan ALLAH yang Ghaib yang tahu kelemahan kita dan kita tidak tahu/tidak sadar/tidak mampu kalau kita sudah digoda dengan syetan, iblis dan ifrit.
Terus bagaimana untuk menyelesaikan penguasaan pengetahuan ROHANI yang menentukan keberhasilan ROHANI kita menjadi ROHANI yang berkualitas dan yang MENANGAN karena bersama dan kekal abadi bersama YANG MAHA MENANG di dunia dan akhirat. Pengalaman penulis setelah mengikuti pelajaran teknik tali wasilah , penulis diajari pengetahuan tersebut dengan komplit dan sekomplitnya yaitu untuk membangun kerohanian menjadi produk ROHANI yang rahmatan lil alamin.
Sebagai tambahan pengalaman penulis setelah menjalankan teknik tali wasilah adalah rohani penulis merasa seperti dikapsuli oleh ALLAH SWT dan KEKASIHNYA layaknya seperti KONSTRUKSI BUNKER dari BETON MUTU SANGAT TINGGI (Ultra high compressive strength) (sangat keras), sehingga jika diibaratkan ada serangan “pukulan” dari jin, iblis, syetan, santet, dukun atau apa saja yang ingin mengganggu penulis, maka langsung serangan itu kembali kepada yang mengirim sekeras waktu dikirimkannya.